Keputihan Berwarna Coklat, Begini Cara Mengatasinya

Setiap wanita biasanya pernah mengalami yang namanya keputihan. Bahkan, sebagian dari wanita tersebut sering mengalaminya. Terkadang, para wanita langsung merasa cemas ketika mengetahui dirinya mengalami keputihan. Mereka cemas jika keputihan yang terjadi merupakan tanda dari infeksi. Memang, bukan tidak mungkin bahwa infeksi bisa jadi penyebab keputihan tersebut. Padahal, keputihan ini memiliki fungsi yang baik bagi para wanita. Saat mengalami keputihan, kondisi ini akan membersihan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Keluarnya keputihan itu sendiri biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi wanita. Saat keputihan sedang terjadi, vagina dari seorang wanita akan mengeluarkan sebuah lendir. Lendir yang keluar saat keputihan diproduksi oleh kelenjar di dalam vagina dan serviks atau leher rahim. Lendir tersebut keluar dengan membawa sel-sel yang telah mati dan bakteri dari dalam. Kondisi tersebut tentu bermanfaat baik agar vagina tetap dalam keadaan bersih. Sehingga, tidak perlu merasa takut apabila Anda mengalami keputihan. Karena keputihan merupakan hal yang wajar terjadi dan cara alami untuk menjaga vagina agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi serta iritasi. Namun, tidak semua keputihan ini merupakan hal yang normal. Pasalnya, ada juga keputihan yang tidak normal dan berbahaya bagi wanita. Salah satunya adalah keputihan berwarna coklat yang akan kita bahas kali ini.

www.pexels.com

Keputihan memang merupakan hal yang lumrah terjadi pada wanita. Namun, Anda juga perlu mengetahui mengapa keputihan bisa terjadi agar peka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti keputihan berwarna coklat dan sebagainya. Berikut adalah beberapa penyebab mengapa keputihan bisa terjadi :

  1. Usia

Keputihan biasanya terjadi pada wanita yang telah berusia sekitar 13 tahun. Hal ini karena keputihan biasanya muncul saat masa subur seorang wanita yaitu sebelum dan sesudah menstruasi. Jika seorang wanita mengalami keputihan di usia yang masih terlalu muda, hal ini perlu diwaspadai. Bukan tidak mungkin keputihan tersebut mengindikasikan terjadinya infeksi. Mengingat keputihan yang normal merupakan kondisi untuk mengeluarkan sel-sel yang telah mati dan membersihkan bakteri.

  1. Seks yang Berlebihan

Aktivitas seksual yang berlebihan juga bisa menjadi faktor terjadinya keputihan. Pasalnya, saat melakukan aktivitas seksual, terjadi peningkatan sel-sel mati. Sehingga, hal ini juga bisa meningkatkan terjadinya keputihan. Apalagi jika aktivitas seksual yang dilakukan secara berlebihan, maka sel-sel mati juga akan semakin meningkat.

  1. Penggunaan Pantiliner

Penggunaan pantiliner sebaiknya perlu Anda kurangi. Saat menggunakan pantiliner, vagina akan menjadi lembab dan berkeringat. Hal ini terjadi karena aliran udara menuju vagina terhalang pantiliner. Sehingga, keputihan yang keluar juga akan semakin banyak jika terus dibiarkan.

  1. Penggunaan Celana Dalam yang Ketat

Saat menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, vagina akan menjadi lebih lembab daripada penggunaan celana dalam yang lebih longgar. Vagina yang terlalu lembab bisa mengundang jamur yang tidak baik untuk kesehatan vagina. Untuk itu, sebaiknya Anda lebih memperhatikan celana dalam yang digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi keputihan.

  1. Terlalu Lama Berendam di Air Hangat

Berendam dengan air hangat yang terlalu lama membuat keputihan juga semakin banyak. Pasalnya, air hangat dapat menyebabkan pertumbuhan jamur menjadi semakin luas.

  1. Stres dan Kelelahan

Saat mengalami stres atau kelelahan, hormon akan mengalami gangguan. Hal ini akan mempengaruhi keseimbangan pH pada vagina. Akibatnya, produksi keputihan akan semakin banyak.

  1. Gejala Penyakit Tertentu

Keputihan memang baik untuk menjaga kondisi vagina agar tetap sehat. Namun, jika keputihan terjadi berlebihan dan terus menerus dibarengi dengan bau amis dan gatal-gatal hingga terdapat bercak darah, tentu ini harus diwaspadai. Bukan tidak mungkin Anda mengalami keputihan yang tidak normal, seperti keputihan berwarna coklat dan sebagainya.

www.pexels.com

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Keputihan yang normal biasanya mengeluarkan lendir dengan warna putih pada awal dan akhir masa menstruasi. Bisa juga mengeluarkan lendir sedikit bening dan cair, dan juga bening dengan sedikit kental. Kondisi tersebut merupakan keputihan yang normal selama tidak diiringi dengan bau, rasa gatal, dan gejala lainnya. Namun, jika keputihan berwarna sedikit coklat dan terlihat berdarah, hal ini bisa menjadi tanda kehamilan atau keguguran. Bahkan, tanda tersebut juga bisa menjadi sinyal adanya kanker serviks. Lalu, mengapa keputihan berwarna coklat bisa terjadi? Simak ulasannya sebagai berikut :

  1. Masa Haid

Keputihan yang berwarna coklat tanpa rasa gatal dan bau, biasanya terjadi untuk membersihkan dan meluruhkan darah saat haid.

  1. Eliminasi Endometrial

Jika terdapat gangguan endrometrial saat pertengahan siklus haid, akan timbul bercak darah yang membuat periode haid Anda lebih lama dari sebelumnya.

  1. Tanda Kehamilan

Seorang wanita tidak mengalami haid namun justru keluar bercak dan cairan berwarna coklat, bisa jadi merupakan tanda awal kehamilan. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya lakukanlah tes kehamilan untuk memastikan kehamilan atau justru terjadi hal yang lain.

  1. Menopause

Saat seorang wanita menjelang menopause, biasanya periode haid menjadi tidak teratur. Hal ini sudah wajar terjadi dan tidak perlu cemas ketika mengalaminya. Selain itu, wanita menjelang menopause biasanya juga mengalami pendarahan ringan atau bercak kecoklatan. Kondisi ini disebut atropi dan terjadi karena adanya pelemahan pembuluh darah sehingga menimbulkan bercak kecoklatan pada rahim.

  1. Gejala Penyakit

Daerah kewanitaan merupakan daerah yang rawan terkena infeksi atau penyakit tertentu. Jika vagina seorang wanita mengeluarkan cairan berwarna coklat yang dibarengi dengan rasa sakit, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Apalagi, jika saat vagina terasa sakit ketika sedang berhubungan badan, timbul rasa gatal, area vagina kering, dan sariawan pada mulut hingga nafsu makan yang berkurang. Gejala-gejala tersebut bisa perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikator timbulnya beberapa penyakit tertentu.

www.pexels.com

Cara Mengatasi Keputihan yang Berwarna Coklat

Beberapa masalah yang sering dialami oleh wanita salah satunya adalah telat datang bulan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa mengonsumsi obat telat bulan. Namun, bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan berwarna coklat? Cara mengatasinya menyesuaikan faktor penyebab atau penyakitnya.

  1. Implantasi Janin

Warna coklat pada keputihan karena implantasi janin akan menghilang dengan sendirinya. Namun, Anda perlu konsultasikan ke dokter jika kondisi tersebut terjadi terus menerus dan disertai dengan keluarnya darah yang cukup banyak.

  1. Polip Rahim

Saat terdapat polip rahim, biasanya juga akan menimbulkan keputihan dengan warna coklat. Polip rahim memang bisa menghilang sendirinya, namun dokter akan merekomendasikan untuk operasi pengangkatan polip.

  1. Servisitis

Seseorang yang menderita servisitis juga akan mengeluarkan keputihan dengan warna coklat. Jika servisitis terjadi karena reaksi alergi, maka hindari paparan penyebab alergi. Jika karena infeksi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mencegah terjadinya keputihan dengan warna coklat maupun keputihan lain yang tidak normal, Anda harus rutin menjaga kebersihan vagina dengan benar. Anda bisa menggunakan sabun lembut yang tidak beraroma dan bukan merupakan produk pembersih wanita selain anjuran dokter.

www.pexels.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *