Menikmati Keindahan Kilo Meter Nol Sabang

Wilayah paling barat Indonesia dikenal dengan nama Kilo Meter Nol Sabang. Di tempat ini, terdapat sebuah tugu yang menandai titik paling barat Indonesia. Banyak orang yang penasaran dengan Tugu Nol Kilometer ini. Tetapi karena dianggap jauh, belum banyak yang mendapat sertifikat resmi yang menyatakan bahwa orang tersebut pernah datang ke Tugu Nol Kilometer. Ya, memang benar. Pemerintah setempat, yaitu Dinas Pariwisata Kota Sabang menerbitkan sertifikat khusus untuk wisatawan yang datang ke kilometer nol Sabang. Pemberian sertifikat ini bertujuan untuk mengapresiasi kedatangan mereka.

Selain berkunjung ke kilometer nol Sabang, tentunya para wisatawan juga datang untuk menikmati pesona alam pantai dan laut yang ada di Pulau Weh. Tugu Nol Kilometer memang merupakan bagian dari Pulau Weh. Untuk mengetahui informasi lebih detail tentang Pulau Weh, Anda bisa langsung cek di Luarkota.com.

pxhere.com

Sejarah Bedirinya Tugu Nol Kilometer

Tugu No Kilometer didirikan di Pulau Sabang Aceh. Tugu ini adalah sebagai penanda batas wilayah Indonesia paling barat. Dikelilingi pemandangan alam yang menawan, tugu atau monumen ini bak magnet bagi para wisatawan. Semua wisatawan yang datang ke Pulau Sabang pasti mengabadikan momen dengan cara berfoto atau membuat flog. Dulunya daerah tempat didirikannya tugu ini sama sekali tidak terawat. Bahkan banyak tanaman liar yang tumbuh dan monyet yang hidup liar di tempat ini. Dulunya, kebersihan area ini juga tidak terjaga.

Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut, pihak pemerintah melakukan renovasi yang memakan waktu lama. Tujuan renovasi ini adalah memperbaiki kerusakan yang ada dan membuatnya lebih enak dilihat dan nyaman untuk wisatawan. Renovasi selesai dilakukan pada tahun 1997. Pada tahun yang sama pula, Tugu Nol Kilometer diresmikan. Pilar berbentuk bulat yang berada di lantai pertama bangunan tugu merupakan bukti dari pereresmian tugu ini.

Di lantai kedua terdapat dua buah prasasti segi empat berbahan beton. Di prasasti yang ditandatangani oleh Bapak Habibie tersebut, tertulis letak geografis Indonesia pada Kilometer 0. Setelah peresmian tersebut, Tugu Nol Kilometer masih mengalamai beberapa kali renovasi walaupun renovasi yang dilakukan sifatnya minor. Hingga sekarang, berbagai fasilitas masih ditambahkan agar wisatawan semakin betah. Saat ini sudah ada fasilitas-fasilitas yang memadai seperti area parkir yang luas, toilet yang bersih, papan-papan petunjuk arah, dan lain sebagainya.

pxhere.com

Cara Menuju Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol Kilometer atau lebih dikenal dengan nama Monumen Kilometer dapat dijangkau dengan berbagai cara. Bisa dibilang aksesnya saat ini cukup mudah karena banyaknya transportasi umum di Banda Aceh. Dari kota Banda Aceh, Anda tinggal mencari taxi, ojek, atau labi-labi untuk menuju ke pelabuhan Ulee Lheue. Sebagai informasi, labi-labi adalah kendaraan umum khas Aceh seperti angkot. Nah, sesampainya di pelabuhan, Anda harus segera membeli tiket Ferry yang akan menuju Pulau Weh di mana Tugu Nol Kilometer berada. Waktu tempuh mengendarai kapal Ferry biasanya sekitar 1 hingga 2 jam, tergantung dari kondisi cuaca pada saat itu. Sesampainya di Pulau Weh, Anda bisa langsung menuju ke wisata sejarah Kilo Meter Nol Sabang dengan menggunakan kendaraan umum.

Daya Tarik Kilo Meter Nol Sabang

Tugu Nol Kilometer terletak tidak jauh dari pantai. Jadi sambil berfoto di depan tugu, Anda bisa langsung menikmati pesona keindahan laut lepas. Anda dapat menaiki tugu hingga ke lantai atas. Dari sini Anda dapat melihat keindahan hampir seluruh Sabang dan Pulau Weh. Saat melihat ke sekeliling, Anda akan terpukau dengan birunya air laut, kemilaunya pasir putih, dan hijaunya deretan perbukitan. Dari titik ini pula, Anda dapat menikmati indahnya sunset di Sabang.

pxhere.com

Tugu Nol Kilometer mempunyai desain arsitektur yang indah. Daya tarik inilah yang membuat banyak wisatawan lokal dan mancanegara terpikat sehingga ingin mendatanginya. Kegiatan yang biasa dilakukan wisatawan adalah berfoto. Desain artistik tugu dan latar belakang yang instagenic, membuat tempat ini menjadi spot foto favorit para wisatawan. Segala macam gaya mereka tunjukkan untuk mengekspresikan rasa senang karena telah berhasil mendatangi Tugu Nol Kilometer. Arsitektur bangunan tugu yang megah didukung dengan pemandangan alam sekitar membuat foto yang dihasilkan sangat artistik.

Berkunjung ke Sabang tidak lengkap rasanya jika tidak membeli souvenir atau oleh-oleh untuk teman dan keluarga. Rasanya pasti bangga membelikan sesuatu untuk orang-orang tercinta dari tempat seindah Pulau Sabang. Di sekitar tugu banyak penjual souvernir dan toko cindera mata. Jadi, Anda tidak perlu jauh-jauh mencari toko oleh-oleh. Souvenir yang dijual di toko-toko tersebut antara lain topi, barang kerajinan, gantungan kunci, dan masih banyak lagi. Produk yang palig laris adalah kaos bergambar Tugu Nol Kilometer. Banyak wisatawan yang memborong kaos dan cindera mata lainnya sebagai bukti bahwa mereka pernah menyambangi wilayah paling barat Indonesia ini.

Lelah mengelilingi Pulau Sabang, Anda pasti merasa lapar. Seperti objek wisata pada umumnya, di sini terdapat banyak sekali restoran dan café yang menjual berbagai macam makanan. Menu yang paling banyak dijual tentu saja adalah makakan khas Aceh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *