Pengantin Pantai Biru

Pengantin pantai biru merupakan sebuah film Indonesia yang dua kali di filmkan dengan versi dan rumus yang berbeda. Pada tahun 1983 film ini disutradarai oleh Wim Umboh dan di bintangi oleh Meriam Bellina dan Sandro Tobing. Film ini mengisahkan tentang kisah percintaan antara Emi dan Andri.

Emi dan Andri merupakan pasangan yang bernasib malang. Awal mereka bertemu adalah ketika itu, ada sebuah bencana yang menghadang Andri dan Kakeknya Prof. Hasnan Rasyid. Keduanya terpisah dan akhirnya Andri bertemu dangan Om Bram ayah dari Emi.

Menginjak dewasa, Emi dan Andri oleh masyarakat sekitar menganggap mereka sebagai Dewa dan Dewi yang turun dari kayangan sehingga masyarakat menginginkan mereka untuk menikah dengan pemuda pemudi desa agar memperoleh keturunan Dewa dan Dewi.

Akan tetapi mereka berusaha untuk melarikan diri dan Ayah Emi menjadi korban suku primitif yang mengejar mereka. Sampai akhirnya mereka terus bersama dan saling mencintai satu sama lain dan pada akhirnya mereka mempunyai satu anak yang mereka beri nama Ami.

Pengantin Pantai Biru kembali di filmkan yang di sutradarai oleh Nayato Fio Nuala yang bergenre horor. Film ini dirilis pada 23 September 2010 yang dibintangi oleh Catherine Wilson, Keith Foo dan Uli Aulia. Film ini mengisahkan tentang sekelompok anak muda yang mengunjungi sebuah tempat yang terkenal aneh.

Akan tetapi mereka tidak mau mendengarkan apa yang menjadi mitos dari tempat itu. Film ini menceritakan tentang sosok gaib yang menyerupai wanita yang dianggap sebagai sosok yang meminta nyawa pada pengunjung yang datang. Wanita itu digambarkan sebagai wanita dengan berpakaian penganting compang-camping.

Wanita goib itu dinamakan sebagai Sambernyawa wanita haus darah. Dari sinopsis ini menceritakan bahwa Nayato memilihg rumus lain yang dinilai kurang baik di mata penonton dengan menampilkan adegan dan foto yang kurang pantas. Film bergenre horor ini menjadi perbincangan publik yang sangat tidak pantas karena pakaian yang digunakan pun terlihat sangat seksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *