Pertama di Dunia dan di Indonesia

mmad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, masjid ini dibangun sendiri oleh Rasulullah.

Masjid Quba berada di tepi kota Madinah. Kala itu, Nabi Muhammad baru saja menyelesaikan perjalanan hijrahnya dari kota Mekah dan langsung memerintahkan untuk membangun Masjid Quba.

Dikutip detikcom dari buku ‘Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif’ karya H Rafiq Jauhary’, Nabi Muhammad singgah di Madinah selama empat hari dan disambut meriah oleh para penduduk.

Baca lagi:Viral Masjid di Tengah Hutan, Ketahui Fakta Menariknya

Allah SWT dalam Quran surat At Taubah ayat 108 lagi berfirman mengenai kehebatan Masjid Quba, sebagai berikut

Arab: لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ

Latin: lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa ‘alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn

Artinya: Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.

Baca lagi:MUI: Standarisasi Dai Pilihan, Kalau Tak Ikut Silakan Terus Dakwah

Sejarah Masjid Quba dibangun pada eight Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Masjid ini berdiri di atas kebun kurma seluas 1.200 meter persegi. Kemudian, masjid direnovasi sehingga luasnya saat ini mencapai 5.860 meter persegi sehingga dapat menampung 20 ribu jamaah.

Menariknya, dalam proses pembangunan Masjid Quba, Nabi Muhammad ikut terlibat sendiri membawa bahan-bahan bangunan. Bahkan, badan Rasulullah dipenuhi debu dan pasir.

Setelah masjid Quba selesai dibangun, Nabi Muhammad turut memimpin salat terbuka untuk para sahabat. Bahkan, Rasulullah semasa hidupnya selalu pergi ke Masjid Quba per hari Sabtu, Senin, dan Kamis

Masjid pertama di Slovenia dibuka setelah mengatasi rintangan keuangan dan oposisi sayap kanan, 50 tahun setelah permintaan awal untuk membangun masjid dibuat.

Ketua komunitas Islam setempat mengatakan bahwa masjid tersebut dibuat sebagai titik balik kehidupan komunitas Islam di sana.

“Slovenia adalah bekas negara Yugoslavia terakhir yang mendirikan masjid, menjadikan Ljubljana sebagai ibu kota daripada kota provinsi di ujung dunia,” seperti dikutip dari Arab Information, Selasa, four Februari 2020.

Muslim di negara Alpen yang mayoritas beragama Katolik itu pertama kali mengajukan permintaan untuk membangun masjid pada akhir 1960 -an, sementara Slovenia saat itu masih menjadi bagian dari negara bekas komunis Yugoslavia.

Masyarakat akhirnya menerima izin pembangunan masjid 15 tahun yang lalu, tapi memperoleh tentangan dari politisi dan kelompok sayap kanan serta masalah keuangan.

Saat masih bernama Sunda Kelapa, Jakarta pernah menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia. Bersama Kesultanan Demak, Sunda Kelapa bergabung mengusir Portugis di Malaka.

Perkembangan Islam dari period Sunda Kelapa, Batavia, hingga Jakarta membuat ibu kota Indonesia memiliki banyak masjid yang bersejarah.

Dikutip dari Pesona Indonesia pada Rabu (13/11), berikut sejumlah masjid bersejarah yang dapat dikunjungi di Jakarta:

Lihat serta:

Masjid Apung Ancol Menambah Deretan Masjid Ikonik di Jakarta

1. Masjid Jami Al-Atiq Kampung Melayu Besar

Masjid Jami Al-Atiq Kampung Melayu Besar. (Akhmad Fauzi through Wikimedia Commons (CC-BY-3.0))

Masjid ini berdiri pada abad ke-16 dan merupakan peninggalan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama.

Masjid ini memiliki atap bangunan bersusun sebagai lambang panah simbol pertahanan.

Simbol ini serta ada di beberapa masjid di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Masjid Demak, Masjid Sunan Giri dan Gresik.

Masjid ini telah beberapa kali direnovasi, luas masjid yang asli dapat dilihat pada batas keempat tiang yang berdiri kokoh di dalamnya.

2. Masjid Jami An-Nawier Pekojan

Masjid Jami An-Nawier Pekojan. (Akhmad Fauzi through Wikimedia Commons (CC-BY-3.0))

Masjid ini akrab dengan sebutan Masjid Jami Pekojan yang didirikan oleh Komandan Dahlan, tokoh ulama yang disegani pada masanya.

Di sebelah utara Masjid terdapat makam sang komandan yang dikelilingi oleh batu-batu pahatan abad ke-18.

Masjid yang menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jakarta ini mampu menampung jamaah salat Jumat sebanyak 2.000 orag.

3. Masjid Al-Anwar Muara Angke

Terletak di wilayah Jakarta Barat, masjid mungil ini memadukan arsitektur Belanda, Banten kuno, dan China.

Masjid ini konon menjadi lokasi pertemuan pasukan Pangeran Fatahillah dan Tubagus Angke untuk melawan Belanda.

Arsitektur masjid ini merupakan gabungan gaya Belanda, Banten kuno, dan Cina yang dulu merupakan lokasi pertemuan rahasia untuk melawn Belanda.

4. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Selain Tugu Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal serta menjadi ikon Jakarta.

Per pemimpin dua yang datang ke Indonesia, seperti Barack Obama, pasti menyempatkan diri mampir ke sini.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno, membangun masjid ini empat tahun setelah proklamasi kemerdekaan.

Masjid yang di desain oleh Frederich Silaban ini dapat menampung 200 ribu jamaah.

Masjid ini serta bersebelahan dengan Gereja Katedral, sehingga per tahunnya kala ada acara keagamaan, kedua tempat ibadah berbagi lokasi parkir.

5. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid yang berdiri sejak tahun 1970an ini tak memiliki kubah, beduk, lambang bintang, bulan atau ornamen yang biasanya dimiliki oleh masjid pada umumnya.

Arsitek yang bernama Abbas membangun menara masjid seperti perahu yang merupakan simbol Pelabuhan Sunda Kelapa, tempat saudagar muslim berdagang dan menyebarkan syariat Islam pada masa lalu.

Lihat serta:

Museum Menara Jam, Objek Wisata Edukasi di Mekah

6. Masjid Minimize Meutia

Masjid Minimize Meutia. (CNNIndonesia/Nadi Tirta Pradesha)

Masjid ini berupa bangunan peninggalan Belanda yang dulu digunakan sebagai kantor pos dan perusahaan kereta api.

Setelah Belanda terusir, bangunan ini sempat dijadikan kantor Angkatan Laut Jepang.

Usai Indonesia merdeka, Gubernur Jakarta Ali Sadikin meresmikan bangunannya menjadi masjid pada tahun 1987.

7. Masjid Al-Anshor

Masjid ini merupakan masjid tertua di Jakarta yang berdiri pada tahun 1648 dan peninggalan orang-orang Moor di Jakarta.

Hingga saat ini bangunan masih berdiri dengan gagah dan berada di tengah pemukiman warga yang padat.

8. Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)

Terletak di komplek sekolah Al-Azhar, masjid yang telah berdiri sejak tahun 1958 ini didirikan oleh 14 tokoh Masyumi.

Masjid ini dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan Jakarta dan menjadi cagar budaya nasional sejak 19 Agustus 1993.

9. Masjid Al-Makmur Cikini

Masjid yang dibangun sejak tahun 1860 ini merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta.

Sampai sekarang tidak ada yang berubah dari bangunan masjid dan masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya Jakarta.

10. Masjid Luar Batang

Masjid Luar Batang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Masjid bersejarah yang berada di Jakarta Utara ini berdiri pada tahun 1756.

Arsitekturnya merupakan gabungan dari budaya China, India, dan Arab, karena Jakarta Utara merupakan pintu pelabuhan masuknya warga negara asing pada zaman penjajahan.

Sama seperti Masjid Al-Makmur Cikini, masjid ini serta diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah.