Memilih Material Ukuran Batako Terbaik untuk Membangun Rumah

Membangun rumah sendiri yang digunakan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga menjadi keinginan banyak orang. Rumah menjadi kebutuhan pokok manusia yang dari waktu ke waktu mengalami perkembangan di berbagai elemennya. Mulai dari desain hingga material yang digunakan. Salah satu material yang menjadi pertimbangan adalah bahan penyusun dinding rumah. Jenis dan ukuran batako, bata merah ataupun bata ringan menjadi salah satu pertimbangan penting saat seseorang ingin mendirikan rumah.

Saat ini, ada banyak pilihan bahan bangunan dengan karakter dan ciri khas masing-masing yang seharusnya memudahkan Anda untuk menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Namun kenyataannya belum tentu demikian. Banyaknya pilihan terkadang justru membuat seseorang binging menentukan manakah bahan yang paling sesuai dengan keinginannya.

Membandingkan Pilihan Bahan Bangunan Populer

Ketika Anda merencanakan membangun rumah,  sudah sewajarnya apabila mempertimbangkan jenis bahan yang akan digunakan. Untuk meringkas perbandingan yang Anda lakukan, sebaiknya hanya bandingkan material populer yang sudah banyak digunakan oleh kebanyakan orang. Ketersediaan juga menjadi alasan mengapa Anda sebaiknya hanya memilih material tersebut. Selain itu, kemampuan tukang dalam menangani material tersebut juga patut dipertimbangkan. Dari sekian banyak material penyusun dinding yang umum digunakan di Tanah Air adalah bata merah, batako dan bata ringan.

  • Bata Merah

Batu bata merah menjadi salah satu bahan yang paling banyak dipakai oleh masyarakat dalam membuat bangunan lantaran kualitas yang rata-rata lebih baik dibanding pilihan material lainnya. Jika dibanding batako maupun bata ringan, bata merah lebih dipercaya akan kekuatan serta ketersediaan yang melimpah di berbagai wilayah di Indonesia. Inilah mengapa banyak orang lebih memilih batu bata merah untuk bangunan yang diharapkan kekokohannya, bukan sekedar asal berdiri.

Batu bata merah dibuat dari bahan tanah yang kemudian dicetak kotak lalu dibakar dengan suhu paling tinggi. Material yang dihasilkan pun benar-benar kering, keras dengan warna yang kemerahan. Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan bahan bata merah yang begitu solid untuk menyusun bangunan. Perlu diketahui pula bahwa untuk memiliki batu bata dengan kekuatan terbaik, maka bahan tanah yang digunakan pun memiliki standar sendiri. Tanah yang digunakan memiliki kadar liat tertentu agar didapatkan batu bata yang benar-benar padat dalam proses pencetakan.

Dinding rumah yang menggunakan batu bata merah sebagai penyusunnya akan memberikan rasa nyaman dan sejuk pada rumah yag ditinggali. Hal ini dikarenakan bahan tanah liat mampu menyerap hawa udara di luar rumah sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih dingin. Dengan proses konstruksi yang baik, rumah yang menggunakan bata merah juga disebut tidak mudah mengalami retak dinding. Beberapa jenis bata merah juga dapat menahan api yang menyala.

pexels.com

Pada umumnya, batu bata merah memiliki dimensi panjang 18-24 cm, lebar 7-11 cm dengan tebal 3-6 cm. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada produk bata merah yang memiliki ukuran berbeda lantaran disebabkan oleh daerah penghasil bata tersebut. Bata merah yang memiliki ukuran lebih kecil dibanding batako dan bata ringan akan dapat memudahkan proses distribusi dalam proses konstruksi. Selain itu, proses pemasangan yang dilakukan oleh tukang bangunan juga lebih sederhana dan sudah umum diketahui tekniknya.

Dalam pengaplikasiannya, batu bata merah tidak memerlukan perekat khusus cukup menggunakan adonan semen. Tukang hanya perlu memastikan bahwa susunan bata yang dibuatnya rapi dengan cara memilih bata merah satu demi satu sehingga menuntut ketelitian. Jika tidak, mereka akan membuat plesteran yang tebal agar dinding terlihat mulus. Dengan karakternya yang kokoh dan solid, rumah dengan bata merah sebagai materialnya memiliki bobot yang paling besar dibanding yang menggunakan bahan lainnya. Harga batu bata merah terhitung yang paling murah perbijinya dibanding batako dan bata ringan, namun ukurannya paling kecil.

  • Batako

Pilihan material kedua yang juga tak kalah populer di masyarakat adalah batako atau bata kosong. Pada umumnya, batako dibuat menggunakan bahan campuran semen dan pasir kasar yang kemudian dicetak lalu dipanaskan agar membentuk struktur yang solid. Ada pula batako yang dibuat dengan bahan batu tras bercampur kapur dan air. Saat ini jenis batako sudah semakin beragam di pasaran yang dibuat dari campuran semen, pasir dengan batu bara. Dibanding bata merah, batako memiliki kekuatan dan kekokohan yang lebih rendah dimana dalam jangka waktu tertentu, konstruksi yang didirikan dari material batako menjadi lebih mudah retak.

Yang perlu diingat adalah, rumah yang menggunakan dinding dari batako cenderung mempunyai suhu yang lebih panas karena faktor bahan yang digunakannya. Ruangan akan terasa lebih panas dibanding suhu luar ruangan atau bahkan cenderung terasa pengap. Untuk mengatasi masalah ini, umumnya rumah dibuat dengan ventilasi yang lebih terbuka dibanding rumah dengan bahan bata merah. Bahkan beberapa arsitek dan desainer mencoba untuk menghadirkan konsep ruang terbuka untuk bahan yang menggunakan material dari batako.

Batako tetap memiliki kelebihan tersendiri dibanding batu bata merah. Batako yang memiliki ruang kosong di dalamnya akan menghasilkan bangunan dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan yang menggunakan bata merah. Berbeda dari bata merah, batako cenderung memiliki tekstur yang lebih halus dan keseragaman yang lebih baik. Umumnya, ukuran batako dibuat dengan dimensi panjang 37-41 cm, lebar 18-21 cm dan ketebalan 8-10 cm. Dengan dimensi yang lebih besar dan berlubang di dalamnya, banyak masyarakat dan pengembang yang memilih material ini untuk dinding rumah. Batako memiliki kemampuan kedap air yang dapat menenkan berbagai masalah bangunan akibat tembok yang lembab oleh remebesan air dan lain sebagainya.

Memang, batako cukup populer di kalangan masyarakat dan pengembang dengan alasan untuk mempercepat proses pembangunan, mendapatkan bangunan yang lebih ringan dan menghemat anggaran karena residu material dalam proses pembangunan. Jika dibandingkan dari bata merah, batako lebih mudah untuk dipotong, sementara potongan tersebut juga bisa digunakan lagi untuk kebutuhan di titik lain sehingga tidak banyak bahan yang terbuang sia-sia. Proses pemasangan dinding batako juga terbilang lebih cepat dibanding proses penyusunan bata merah yang menuntut ketelitian tukang. Hal ini karena tingkat keseragaman yang lebih baik dan dimensi batako yang lebih besar dibanding bata merah. Sehingga meskipun harga perbijinya lebih mahal dibanding bata merah, namun masih lebih hemat karena bangunan menjadi lebih cepat selesai.

  • Bata Ringan

Pilihan material paling populer berikutnya adalah bata ringan atau yang sering disebut dengan hebel ataupun celcon. Jenis bahan material ini proses pembuatannya banyak dilakukan dengan mesin pabrik meskipun ada pula usaha rumahan yang juga membuat jenis bata ringan ini. Bata ringan yang dicetak oleh mesin pabrik akan memiliki sisi yang lebih halus, lebih ringan dan menawarkan tingkat keseragaman paling baik diantara jenis material lainnya. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, bata ringan mulai banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat untuk bangunan rumahnya.

Bata ringan sendiri sidah banyak ditawarkan di toko-toko bangunan besar dan distributor di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mendapatkan material bata ringan dan bahan perekatnya, Anda tidak akan mengalami kesulitan. Di pasaran bata ringan yang dibuat dengan campuran bahan pasir kuarsa, semen, kapur, gypsum, air dan alumunium pasta ini ditawarkan dengan dimensi panjang 60-70 cm, lebar 20-30 cm dan tebal 8-10 cm. Proses pembangunan dengan material bata ringan ini lebih cepat karena tidak membutuhkan plesteran lagi pada dinding. Menyusunnya  cukup menggunakan perekat khusus bata ringan dengan teknik yang sama dengan yang digunakan untuk menyusun ata merah dan batako.

Dengan campuran bahan dan proses pembuatan yang lebih baik, bata ringan menawarkan berbagai kelebihan dibanding bata merah dan batako. Kelebihan yang paling mendasar adalah tingkat keseragaman yang paling baik untuk dinding yang lebih presisi dan memudahkan proses penyusunan dinding. Ia juga memiliki permukaan yang lebih halus dibanding bata merah ataupun batako sehingga hanya membutuhkan plesteran tipis untuk memaksimalkan kemulusan dinding. Dimensi yang lebih besar juga dapat mempercepat proses pembangunan oleh tukang. Ia lebih ringan meskipun ukurannya besar, bahkan untuk menghasilkan luas permukaan dinding yang sama dengan material lain. Bahan ini juga menawarkan tingkat kekedapan yang lebih baik.

Perlu diketahui bahwa tidak sembarangan toko bangunan menyediakan material bata ringan dan perekatnya. Maka dari itu, Anda sebaiknya melakukan survey terlebih dahulu terhadap sejumlah toko bangunan yang ada di sekitar lingkungan Anda. Jangan sampai proses pembangunan terhambat lantaran kesulitan mendapatkan tambahan bahan material. Dengan ukuran yang lebih besar daripada bahan lain, maka sebaiknya tukang Anda memiliki ketelitian dalam hal memperkirakan residu bahan yang dihasilkan agar tidak membuang-buang potongan bata ringan yang harganya lebih mahal perbijinya ini. Tukang Anda juga sebaiknya memiliki pengalaman menangani pemasangan bata ringan ini untuk menghindari berbagai masalah yang mungkin terjadi. Hindarkan bata ringan ini dari air untuk menjaga kualitas dan tampilan bata ringan.

pexels.com

Tips Membangun Rumah

Setelah Anda mengetahui sedikit banyak tentang ketiga material populer untuk menyusun dinding rumah, maka ada baiknya Anda menyimak tips untuk membangun rumah yang paling sesuai dengan kebutuhan. Tips ini masih berhubungn dengan ketiga pilihan bahan yang telah dibahas sebelumnya. Mengingat masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Membangun rumah sesuai budget tentu harus menggunakan sejumlah pertimbangan, antara lain;

Perhitungan Biaya

Hal utama yang perlu diperhatikan pertama kali adalah masalah biaya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Tanpa mengorbankan kualitas bangunan Anda dituntut bisa memilih jenis bangunan serta memilih material yang aling sesuai. Merancang bangunan secara asal-asalan bisa membuat boros anggaran karena alokasi bahan dan waktu pengerjaan yang terlalu banyak. Lakukan perhitungan agar didapat rancangan dan material paling efisien dengan kebutuhan.

Jadi dapat dikatakan bahwa menggunakan jasa arsitek ataupun menggunakan bahan yang harganya tinggi, seperti bata ringan misalnya, belum tentu dikatakan sebagai pemborosan mengingat hasil akhir yang didapat tentu lebih berkualitas dengan proses yang efektif dan efisien sehingga tepat waktu. Untuk rumah yang akan digunakan dalam jangka waktu yang lama hingga puluhan tahun bersama keluarga tercinta, tentu wajar jika Anda melakukan perhitungan yang matang.

Mempertimbangkan Keawetan

Daya tahan atau keawetan juga menjadi pertimbangan penting dalam percancangan bangunan maupun rumah. Pemilihan bahan yang tepat dengan desain, kondisi lingkungan dan pemakaian akan memperpanjang usia bangunan. Pilih bahan yang paling sesuai dengan kecenderungan kondisi cuaca dan kondisi tanah agar tidak mudah mengalami kerusakan dan tetap nyaman untuk dihuni. Anda bisa saja bertanya pada tenaga ahli atau mencari referensi di internet terkait bahan bangunan yang paling sesuai dengan kondisi yang Anda hadapi.

Proses Kontruksi

Sebelum Anda dapat menentukan manakah bahan material bangunan yang akan dibeli, sebaiknya Anda juga memperhatikan sistem kontruksi pada bangunan Anda. Hal ini karena sistem konstruksi akan sangat ditentukan oleh jenis bahan materialnya. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu saja rancangan konstruksi sebaiknya dibuat oleh tenaga ahli seperti arsitek. Selain itu, pengerjaan konstruksi yang diketahui oleh arsitek juga akan menghasilkan bangunan yang kualitasnya terjamin dan tepat waktu.

Lakukan Konsultasi

Anda juga bisa bertanya pada keluarga, teman maupun tenaga ahli di bidang bangunan terkait bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa dari mereka tentu memiliki pengalaman dan pandangan sendiri yang bisa Anda gunakan sebagai masukan untuk memilih material yang paling sesuai. Tak menutup kemungkinan pula mereka memiliki pengalaman dengan beberapa bahan yang mungkin sudah Anda incar. Tanyakan bagaimana kualitas merek bata ringan tertentu atau bagaimana kondisinya setelah beberapa tahun dan lain sebagainya.

Konsultasi semacam ini tidak bisa dianggap remeh agar Anda tidak mudah percaya pada apa yang dikatakan oleh pihak penjual. Sudah sewajarnya Anda memiliki pengetahuan dan standar sendiri terkait barang yang akan Anda beli. Mengingat penggunaan material bangunan sendiri dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak, maka biaya yang akan Anda keluarkan pun juga tidak sedikit untuk belanja bahan. Maka dari itu, Anda harus cermat melakukan perhitungan dan pertimbangan.

pexels.com

Pastikan Bahan Berkualitas

Setelah Anda menentukan jenis bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget, berikutnya Anda perlu menentukan standar kualitas bahan dengan anggaran. Tak dapat dipungkiri, semakin mahal suatu barang, maka akan identik dengan kualitas yang lebih meyakinkan. BTW boleh banget kok kalau Anda ingin pasang wallpaper saja di dinding Anda. Anda bisa membeli mesin cutting sticker untuk membuat sendiri. Tapi kalau ingin memesan ke orang lain jadi tinggal terima jadi ya boleh juga. BTW Anda juga harus realistis dengan budget yang dipatok dengan harga barang yang ada di pasaran saat ini. Dengan kata lain, meskipun Anda membeli batako kualitas nomor 2, masih bisa dikompensasi dengan desain bangunan yang minimalis misalnya sehingga kenyamanan dan keawetan masih bisa Anda dapatkan dari bangunan yang  dibuat.

Demikianlah beberapa penjelasan terkait pilihan bahan material yang umum digunakan oleh masyarakat dan pengembang untuk membangun rumah dan bangunan saat ini. Diantara ketiga pilihan bahan yang telah dijelaskan, bata merah, batako dan bata ringan masing-masing memiliki kelebihan sendiri dengan varian harga yang juga berbeda satu sama lain. Tentunya perbedaan tersebut agar konsumen dapat memilih manakah produk yang paling tepat untuk bangunan yang akan dibuat.

Dengan mengetahui bahan yang paling sesuai dan tips membangun rumah, Anda dapat merencanakan hunian idaman berdasarkan anggaran yang ada dan kondisi yang ada di lapangan. Tentu saja agar penggunaan material dapat terserap secara optimal dan proses pembangunan dapat terlaksana tepat waktu sehingga anggaran dapat mencukupi rancang bangun rumah Anda. Membangun rumah tidak bisa Anda lakukan secara asal-asalan yang mungkin berakhir dengan bangunan yang terbengkalai atau tak kunjung selesai karena Anda sudah kehabisan uang untuk membiayai belanja bahan dan ongkos pekerja. Asal murah dan cepat dapat beresiko pada bangunan yang cepat rusak atau bahkan ambruk. Pastinya Anda tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *